Kenangan Indah Saat Ramadhan.. Takkan Kulupakan

Alhamdulillah, perjuangan selama sebulan selesai sudah. Banyak kenangan, banyak hikmah, dan banyak pelajaran yang dapat dipetik. Insya Allah, semangatku untuk tetap mengabdi kepada-Nya bukan hanya pada bulan Ramadhan saja, akan tetapi pada bulan-bulan lainnya. Aku akan senantiasa merindukan saat-saat seperti ini, hingga kapanpun, hingga saat aku lanjut usia dan menutup mata.
Selama bulan suci Ramadhan, aku ingat dengan betul saat moment-moment terindah yang kulewati secara sendiri atau bersama orang-orang terdekat, bersama keluarga, serta teman-teman pekerja media (wartawan) di Gorontalo.

Perdana Ramadhan, aku nggak sempat pulang ke kampung halaman, tunaikan sahur bersama orang tua, sebab aku sendiri sibuk dengan pekerjaan. Bahkan pada malam sahur perdana, aku bareng teman-teman HAKI Films dan Mimoza Chanell, terlibat dalam produksi program, meski pada akhirnya tidak selesai hingga akhir bulan.

Pada hari kelima, saat itu aku baru pulang streaming berita mengenai pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Allah SWT kembali memperlihatkan kekuasaan-Nya dengan meninggalnya seorang Imam di Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo, saat sedang memimpin jamaahnya Sholat Taraweh pada rakaat keenam. Subhanallah....

Kemudian pada Ramadhan hari ke sepuluh, diakhir bulan Agustus, kembali Allah SWT memperlihatkan kekuasaan-Nya, dalam menguji hambanya. Saat itu, beberapa rumah yang berada di kawasan Jalan Taman Hiburan, ludes dilalap si jago merah. Subhanallah, cobaan yang sungguh diluar jangkauan umat manusia, korbannya sendiri merupakan keluarga cleaning service pada salah satu perguruan tinggi, serta para pemulung.

Pada pertengahan Ramadhan, tanggal 5 September 2009, tepatnya hari ke lima belas Ramadhan, aku kembali memperingati usiaku yang ke dua puluh lima. Aku sempat buat syukuran bersama teman-teman wartawan dengan mengambil lokasi di Gorontalo Diving Club (GDC). Uniknya lagi, syukuran kali ini didominasi dengan angka lima, yakni tanggal 5 September, hari ke-15 Ramadhan, usia yang ke-25 tahun, serta bersama 35 orang wartawan di Gorontalo. Subhanallah...

Kemudian saat Ramadhan udah memasuki hari ke dua puluh enam, tepatnya tanggal 17 September 2009, Gorontalo begitu terang benderang. Sebab, saat itu tengah ada perayaan malam pasang lampu, atau yang biasa dikenal dengan sebutan “Tumbilotohe”. Nyaris disemua sudut diberbagai lokasi di Gorontalo, dipenuhi dengan beragam lampu-lampu... satu hal yang tak akan kulupakan ketika sedang shooting di tengah sungai Bone, dekat Jembatan Talumolo I. Bersama empat rekan-rekan kontributor, masing-masing Ismail Giu (Trans 7), Ajis Halid (Trans TV), Syamsu Panna (SCTV), Zainal Ahmad (Global TV), kami menaiki perahu secara beramai-ramai. Ditengah sungai, perahu sempat oleng dan terbalik, Syukur Alhamdulillah kami tidak sampai tercebur ke sungai... memang mengerikan sih, takutnya kamera yang dipakai shooting tersebut basah, tapi menggelikan dan lucu juga...
And the last, mungkin satu hal yang tidak bisa aku lupakan ketika kembali bertemu dengan orang-orang tercinta, keluarga dan sahabat di kampung halaman, merayakan hari kemenangan bersama. Aku mudik ke kampung halaman, disaat malam takbiran Idul Fitri.

Aku berharap, Insya Allah ditahun depan, aku kembali dipertemukan dengan bulan yang sangat dirindukan umat muslim di dunia, Ramadhan. Hanya Dia yang tahu. Wallahu ‘alam bissawab....
Category: 0 komentar

0 komentar:

Posting Komentar