Orasi Iwan Esjepe pada Upacara Digital

Assalamu'alaikum Warahmatullah wabarakatuh...
Salam sejahtera untuk umat semua agama...

Hari ini kita rayakan kembali Proklamasi, tanggal 17 Agustus yang konon telah kita percaya
sebagai "hari lahirnya bangsa Indonesia".

Tak ada ada prestasi yang akan saya sampaikan di orasi ini, yang ingin saya sampaikan adalah ajakan untuk bergerak... ajakan untuk bertindak.

Dengan mata telanjang kita semua melihat, Korupsi sedang merajalela, generasi muda terperangkap dalam kenikmatan sesaat. Semakin banyak pemimpin yang sulit untuk dijadikan panutan, hukum diperjual belikan, moral merosot hingga titik yang mengkhawatirkan hingga pendidikan menjadi mahal dan tak terjangkau... Negara kita dalam keadaan b a h a y a !

Kata "Merdeka!" tak cukup lagi hanya diteriakkan, kata Merdeka haruslah diwujudkan dalam tindakan nyata. Kerja keras untuk menyehatkan tubuh lunglai Indonesia.

Saudaraku sebangsa...

Sadarlah, bangunlah, lakukan sesuatu! Lakukan sesuai kemampuanmu, sesuai minat dan bidang yang kau geluti secara bersungguh-sungguh.

Berjuanglah, bangkitlah sekuat tenaga, sebab tidak ada yang dapat menolong bangsa ini melainkan diri kita sendiri.

Jika kau seorang pegawai, bekerjalah dengan giat dan jujur.
Jika kau seorang pelajar, tuntutlah ilmu sebagai bekal.
Jika kau seorang pemimpin, jadilah panutan dan memberi suri tauladan.
Jika kau seorang ibu, tanamkan budi pekerti dan cintai putra-putrimu.
Jika kau seorang ayah, berilah nafkah yang halal dan lindungi keluargamu.
Jika kau seorang anak, hormat dan berbaktilah pada orang tua.

Jangan hindari kerja keras, buang jauh-jauh jiwa pecundang!

Saudaraku...
Memang perjuangan kita bukan perjuangan ringan, perjuangan kita adalah perjuangan raksasa.
Memang cita-cita yang ingin kita gapai bukan perjuangan kecil, tapi tujuan yang amat besar. Tak akan ada impian besar dapat tercapai tanpa kesukaran, cucuran keringat dan air mata.

Jangan kamu menilai tenagamu terlalu rendah, semua orang mempunyai peran, semua orang bisa memberikan sumbangan perbaikan. Hal-hal kecilpun bisa menjadi besar, bila kita melakukannya secara serentak. Mulailah dari hal yang kecil, dari diri sendiri dan dari sekarang juga. Sekecil apapun yang diberikan pastilah berharga.

Tetesan air yang terus-menerus jatuh, akhirnya membuat lubang dalam batu yang keras. Tetesan-tetesan air itu lalu menjadi sungai kecil, sungai-sungai kecil pun menjelma menjadi sungai besar, sungai besar lalu berhimpun, menjadi samudera.

Tak ada kekuatan yang dapat mengahalangi kekuatan alam yang maha dahsyat itu.

Sejak jaman dahulu hingga akhir jaman, alam akan selalu menjadi guru kita.

Jikalau kita bertindak sesuai dengan laku alam, maka kemenangan akhir pasti akan datang.

Kemenangan itu akan makin jadi besar apabila kita semua meneruskan usaha perbaikan dengan semangat dan sungguh-sungguh.
Category: 0 komentar

0 komentar:

Posting Komentar